Pengalaman Gue Selama 1 Bulan di Jogja
Dilepas di Jogja, berbuka tanpa keluarga, akhirnya hidup dengan merana, itulah yang terjadi selama gue di Jogja menjalani ospek Fakultas Teknik UGM dan kuliah di Jurusan Teknik Fisika UGM. Penderitaan yang benar-benar menyiksa karena waktu itu gue lagi sakit. Makan pun jarang mendapatkan serat, juga sedikit mengambil makanannya karena waktu itu gue lagi kembung. Kompilasi sakit yang terdiri dari sakit kepala, kembung, mencret, dan lemas membuat puasa di bulan Ramadhan kali ini harus ada bolong 4 hari. Dan juga hidup di Jogja hanya bermodalkan sepeda membuat kaki jadi lemas karena harus gowes kemana-mana. Entah karena apa gue bisa mencret tapi itu membuat cairan di tubuh gue berkurang dan akhirnya dehidrasi selama bulan Puasa. Berhubung waktu itu gue sakit makanya semua itu benar-benar seperti penderitaan terberat gue, ditambah dengan tidak boleh makan, minum, dan nafsu lainnya selama menjalani puasa di bulan Ramadhan.
Hari pertama di Jogja, gue masih tinggal di Hotel Pondok Seturan bersama keluarga. Gue bersama keluarga membeli perlengkapan untuk tinggal di kosan gue di Jogja. Gue juga masih pengen bareng sama keluarga di hari terakhir gue akan dilepas di Jogja. Kita juga coba mencicipi makanan di sana dan harganya benar-benar murah. Sayangnya waktu itu gue lagi sakit jadi hari-hari terakhir bersama keluarga yang harusnya menyenangkan jadi melelahkan. Setelah membawa perlengkapan tempat tinggal untuk kosan gue, keluarga gue bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta. Dan dalam hitungan menit, akhirnya gue dilepas di Jogja dan tinggal di kosan gue di Perumahan Pogung Baru blok C nomor 17. Di sana cuma bisa nganggur sampai hari esok.
Di hari berikutnya, gue mencoba sepeda baru gue dan mengelilingi daerah sekitar Universitas Gadjah Mada (UGM) di komplek Bulaksumur dan juga Fakultas Teknik. Beberapa kali mengitari daerah itu akhirnya sedikit hapal jalan juga. Lalu gue sarapan di Rumah Makan Masakan Padang Ganti Namo dekat asrama saudara sepupu gue, Wira, di daerah Klebengan. Setelah itu pulang ke kosan dalam keadaan kaki lemas, maklum daritadi gowes mulu di daerah tanjakan. Aktivitas berikutnya hingga hari berikutnya cuma nganggur, belajar nyuci hingga salah satu cucian gue ada yang bau karena terlalu basah mungkin, main warnet, makan di warung makan di daerah Pogung Baru, itu saja yang bisa gue lakukan hingga menjelangnya hari pengambilan jaket. DI hari pengambilan jaket untuk mahasiswa baru (maba) Fakultas Teknik UGM, gue agak males untuk datang jadi gue sengaja untuk datang agak siangan. Ternyata kemalasan gue berbuah harus mengantri panjang di KOPMA UGM untuk mendapatkan jaket almamater UGM. Dari jam 9-an pagi hingga jam 11-an siang, lupa tepatnya atau mungkin bukan jam 11 kayanya, gue mengantri untuk mengambil jaket itu. Setelah mengambil jaket, gue disuruh ngumpul sama maba program studi Fisika Teknik di Foodcourt UGM, tepat di depan KOPMA UGM. Setelah bertemu, gue langsung kenalan lah tapi karena gue pelupa jadi yaaaa lupa lagi nama mereka, hanya Helmi Jasir dan Rizka Yuliana yang gue tau. Selanjutnya pulang ke kosan dan nganggur lagi sampai briefing anak-anak Fakultas Teknik UGM. Dan kemalasan gue lagi, akhirnya gue doang yang paling telat untuk datang ke briefing anak-anak Fakultas Teknik UGM. Kayanya gue serba telat nih ya. Gue tergabung dengan Laskar 11 dan bertemu dengan teman baru dari berbagai jurusan. Lanjut aja di paragraf 2 deh ya. :)
Laskar 11 dengan pembinanya Kak Didin dan Kak Alifa, beserta anak-anak dari berbagai jurusan lainnya langsung memutuskan untuk mencari calon ketua Laskar 11. Gue agak lupa siapa aja yang mencalonkan diri tapi akhirnya Hanry lah yang terpilih menjadi ketua Laskar 11. Kita juga harus mencari basecamp baru karena pada pukul 13.30 kita akan diusir oleh senior-senior Fakultas Teknik yang lagi sok galaknya. Akhirnya diputuskan basecamp Laskar 11 di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM di daerah timurnya. Jadi segeralah anak-anak Laskar 11 pindah tempat bersamaan dengan Laskar lainnya, akhirnya tempat parkir pun jadi penuh maba yang mau pergi ke basecamp masing-masing hingga terjadi kemacetan. Setelah gue sampai di GSP UGM, ternyata gue lah yang paling awal datang ke sana lalu disusul Via, salah satu cewek di Laskar 11, lalu datanglah segerombol anak Laskar 11 dan kita segera memulai diskusi kita tentang tugas pra-ospek yang baru saja dijelaskan di Fakultas Teknik UGM tadi. Setelah membahas tentang apa saja yang harus dilakukan selama pra-ospek, gue langsung pulang dan tidur. Hari berikutnya malah gue sakit dan benar-benar ga bisa bergerak sama sekali, ini baru penyiksaan kepala yang sebenarnya. Rasa sakit kepalanya gue tahan sampai selesainya kerja bareng Laskar 11 pada jam 5-an sore. Pulangnya langsung tidur. Keesokan harinya sudah agak membaik, tapi tetap aja ada rasa tersiksa. Pulangnya langsung tidur lagi. Eh pastinya gue juga mengerjakan tugas pra-ospek jadi kerjaan gue ga cuma tidur loh. Keesokan harinya sama aja deh sampai hari dimulainya ospek. Tugas sudah selesai, tinggal kumpulin aja deh. Gue kira ospek ini bisa gue ikuti dengan baik, eh malahan gue batal puasa karena gue sakit berat. Eh gue lupa hari apa aja batalnya tapi pas ospek itu gue batal mulu karena gue sakit keras. Hari berikutnya sama aja, dan gue terbaring sakit di tenda P3K. Ospek yang gue jalani itu jadi bermakna tidak menyenangkan karena sakit gue. Padahal panitia ingin mengajak para maba untuk bersenang-senang selama ospek. Setelah ospek, gue langsung menjalani kuliah gue dengan sakit-sakitan. Gue hanya bisa minta teman gue untuk antarin gue karena keadaan kaki gue yang lagi lemah. Mengikuti mata kuliah tanpa buku, sama saja gue ga mengerti apa yang diucapkan dosen. 2 minggu terlewati dan gue hanya bisa mencatat semua yang diucapkan dosen tanpa mengerti maksudnya. Di hari Sabtu tanggal 4 September 2010 akhirnya gue berangkat untuk pulang ke Jakarta bersama Nugraha dan temannya menggunakan jasa travel. Perjalanan yang panjang hanya bisa membuat gue untuk tidur doang. Dan setelah sampai di rumah, gue hanya bisa memeluk semua anggota keluarga gue. Yap itu saja yang bisa gue ceritakan di tulisan gue kali ini, oh ya gue jadi sangat kurus karena makanan yang gue makan selama di Jogja benar-benar sedikit dan dengan nutrisi yang sedikit. Di Jakarta waktunya perbaikan gizi sampai gemukan lagi. :D
Hari pertama di Jogja, gue masih tinggal di Hotel Pondok Seturan bersama keluarga. Gue bersama keluarga membeli perlengkapan untuk tinggal di kosan gue di Jogja. Gue juga masih pengen bareng sama keluarga di hari terakhir gue akan dilepas di Jogja. Kita juga coba mencicipi makanan di sana dan harganya benar-benar murah. Sayangnya waktu itu gue lagi sakit jadi hari-hari terakhir bersama keluarga yang harusnya menyenangkan jadi melelahkan. Setelah membawa perlengkapan tempat tinggal untuk kosan gue, keluarga gue bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta. Dan dalam hitungan menit, akhirnya gue dilepas di Jogja dan tinggal di kosan gue di Perumahan Pogung Baru blok C nomor 17. Di sana cuma bisa nganggur sampai hari esok.
Di hari berikutnya, gue mencoba sepeda baru gue dan mengelilingi daerah sekitar Universitas Gadjah Mada (UGM) di komplek Bulaksumur dan juga Fakultas Teknik. Beberapa kali mengitari daerah itu akhirnya sedikit hapal jalan juga. Lalu gue sarapan di Rumah Makan Masakan Padang Ganti Namo dekat asrama saudara sepupu gue, Wira, di daerah Klebengan. Setelah itu pulang ke kosan dalam keadaan kaki lemas, maklum daritadi gowes mulu di daerah tanjakan. Aktivitas berikutnya hingga hari berikutnya cuma nganggur, belajar nyuci hingga salah satu cucian gue ada yang bau karena terlalu basah mungkin, main warnet, makan di warung makan di daerah Pogung Baru, itu saja yang bisa gue lakukan hingga menjelangnya hari pengambilan jaket. DI hari pengambilan jaket untuk mahasiswa baru (maba) Fakultas Teknik UGM, gue agak males untuk datang jadi gue sengaja untuk datang agak siangan. Ternyata kemalasan gue berbuah harus mengantri panjang di KOPMA UGM untuk mendapatkan jaket almamater UGM. Dari jam 9-an pagi hingga jam 11-an siang, lupa tepatnya atau mungkin bukan jam 11 kayanya, gue mengantri untuk mengambil jaket itu. Setelah mengambil jaket, gue disuruh ngumpul sama maba program studi Fisika Teknik di Foodcourt UGM, tepat di depan KOPMA UGM. Setelah bertemu, gue langsung kenalan lah tapi karena gue pelupa jadi yaaaa lupa lagi nama mereka, hanya Helmi Jasir dan Rizka Yuliana yang gue tau. Selanjutnya pulang ke kosan dan nganggur lagi sampai briefing anak-anak Fakultas Teknik UGM. Dan kemalasan gue lagi, akhirnya gue doang yang paling telat untuk datang ke briefing anak-anak Fakultas Teknik UGM. Kayanya gue serba telat nih ya. Gue tergabung dengan Laskar 11 dan bertemu dengan teman baru dari berbagai jurusan. Lanjut aja di paragraf 2 deh ya. :)
Laskar 11 dengan pembinanya Kak Didin dan Kak Alifa, beserta anak-anak dari berbagai jurusan lainnya langsung memutuskan untuk mencari calon ketua Laskar 11. Gue agak lupa siapa aja yang mencalonkan diri tapi akhirnya Hanry lah yang terpilih menjadi ketua Laskar 11. Kita juga harus mencari basecamp baru karena pada pukul 13.30 kita akan diusir oleh senior-senior Fakultas Teknik yang lagi sok galaknya. Akhirnya diputuskan basecamp Laskar 11 di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM di daerah timurnya. Jadi segeralah anak-anak Laskar 11 pindah tempat bersamaan dengan Laskar lainnya, akhirnya tempat parkir pun jadi penuh maba yang mau pergi ke basecamp masing-masing hingga terjadi kemacetan. Setelah gue sampai di GSP UGM, ternyata gue lah yang paling awal datang ke sana lalu disusul Via, salah satu cewek di Laskar 11, lalu datanglah segerombol anak Laskar 11 dan kita segera memulai diskusi kita tentang tugas pra-ospek yang baru saja dijelaskan di Fakultas Teknik UGM tadi. Setelah membahas tentang apa saja yang harus dilakukan selama pra-ospek, gue langsung pulang dan tidur. Hari berikutnya malah gue sakit dan benar-benar ga bisa bergerak sama sekali, ini baru penyiksaan kepala yang sebenarnya. Rasa sakit kepalanya gue tahan sampai selesainya kerja bareng Laskar 11 pada jam 5-an sore. Pulangnya langsung tidur. Keesokan harinya sudah agak membaik, tapi tetap aja ada rasa tersiksa. Pulangnya langsung tidur lagi. Eh pastinya gue juga mengerjakan tugas pra-ospek jadi kerjaan gue ga cuma tidur loh. Keesokan harinya sama aja deh sampai hari dimulainya ospek. Tugas sudah selesai, tinggal kumpulin aja deh. Gue kira ospek ini bisa gue ikuti dengan baik, eh malahan gue batal puasa karena gue sakit berat. Eh gue lupa hari apa aja batalnya tapi pas ospek itu gue batal mulu karena gue sakit keras. Hari berikutnya sama aja, dan gue terbaring sakit di tenda P3K. Ospek yang gue jalani itu jadi bermakna tidak menyenangkan karena sakit gue. Padahal panitia ingin mengajak para maba untuk bersenang-senang selama ospek. Setelah ospek, gue langsung menjalani kuliah gue dengan sakit-sakitan. Gue hanya bisa minta teman gue untuk antarin gue karena keadaan kaki gue yang lagi lemah. Mengikuti mata kuliah tanpa buku, sama saja gue ga mengerti apa yang diucapkan dosen. 2 minggu terlewati dan gue hanya bisa mencatat semua yang diucapkan dosen tanpa mengerti maksudnya. Di hari Sabtu tanggal 4 September 2010 akhirnya gue berangkat untuk pulang ke Jakarta bersama Nugraha dan temannya menggunakan jasa travel. Perjalanan yang panjang hanya bisa membuat gue untuk tidur doang. Dan setelah sampai di rumah, gue hanya bisa memeluk semua anggota keluarga gue. Yap itu saja yang bisa gue ceritakan di tulisan gue kali ini, oh ya gue jadi sangat kurus karena makanan yang gue makan selama di Jogja benar-benar sedikit dan dengan nutrisi yang sedikit. Di Jakarta waktunya perbaikan gizi sampai gemukan lagi. :D
Comments
Post a Comment