Bergeraklah!
Di masa kecil, kita menikmati masa-masa bermain dimana kita dapat bergerak bebas, berlari kesana kemari, berkejar-kejaran, melompat riang dan tertawa bersama. Bermain dengan bergerak menjadi hal yang selalu terjadi untuk setiap anak-anak di dunia, karena mereka ingin merasakan sensasi ketegangan dan tantangan. Berbagai tantangan yang ada di lingkungan sekitar mereka lah yang membantu proses perkembangan fisik dan mental. Proses pematangannya akan membantu mereka memiliki keterampilan tertentu yang akan menjadi tonggak keberhasilan mereka. Tapi, di zaman yang serba canggih dengan berbagai gadget dan teknologi justru hanya membuat anak-anak zaman sekarang hanya diberi sebuah kesenangan instant oleh orangtua mereka tanpa adanya sebuah proses. Kalimat saya ini mungkin memang agak sulit dimengerti, tapi ketahuilah bahwa banyak orangtua yang tidak sadar dengan memberikan sebuah gadget ke anak agar diam, maka itu sama saja dengan membunuh karakter fisik maupun mental si anak. Tubuh si anak hanya akan selalu dibuat diam dengan membuatnya terpaku ke gadget dan video game yang dia miliki. Kebiasaan yang hanya membuat tubuh si anak diam tidak akan bisa memberikan kebahagiaan, karena mereka tidak dapat mengembangkan keterampilan yang ingin mereka miliki. Terlalu banyak yang tidak sadar, terlalu banyak yang diam, terlalu banyak yang tutup mata, terlalu banyak... sehingga mereka akan menjadi orang yang menyesal ketika dewasa nanti.
"Kenapa kamu tidak bisa diam? Kamu terlalu banyak tingkah! Bertingkahlah seperti layaknya orang normal!" atau "Ini ibu berikan hp agar kamu diam. Nikmati saja itu!". Ini hanya gambaran dari orangtua yang telah mengekang kebebasan si anak untuk eksplorasi dan berimajinasi. Perilaku orangtua seperti ini akan membuat anak akan jauh dari aktivitas sosialnya. Mereka hanya menjadi pribadi yang minder karena tidak adanya ketrampilan yang dapat diaplikasikan. Perkembangan motorik mereka akan lambat, sehingga mereka bisa saja tidak akan unggul di bidang olahraga dan berbagai aktivitas fisik lainnya. Kejadian seperti ini harus dihindari agar si anak bisa memiliki imajinasi yang luas untuk meraih impiannya. Jangan sampai Anda menjadi orangtua yang tidak dapat memberikan kebahagiaan kepada si anak karena salah dalam memberikan apa yang kalian pikir bisa membuatnya bahagia.
"Kenapa kamu tidak bisa diam? Kamu terlalu banyak tingkah! Bertingkahlah seperti layaknya orang normal!" atau "Ini ibu berikan hp agar kamu diam. Nikmati saja itu!". Ini hanya gambaran dari orangtua yang telah mengekang kebebasan si anak untuk eksplorasi dan berimajinasi. Perilaku orangtua seperti ini akan membuat anak akan jauh dari aktivitas sosialnya. Mereka hanya menjadi pribadi yang minder karena tidak adanya ketrampilan yang dapat diaplikasikan. Perkembangan motorik mereka akan lambat, sehingga mereka bisa saja tidak akan unggul di bidang olahraga dan berbagai aktivitas fisik lainnya. Kejadian seperti ini harus dihindari agar si anak bisa memiliki imajinasi yang luas untuk meraih impiannya. Jangan sampai Anda menjadi orangtua yang tidak dapat memberikan kebahagiaan kepada si anak karena salah dalam memberikan apa yang kalian pikir bisa membuatnya bahagia.
Comments
Post a Comment