Tanggapan Mengenai Parkour

Apa arti parkour buat kamu?

Setiap praktisi parkour (atau bisa disebut dengan traceur) pasti mengetahui dengan baik definisi secara harfiah mengenai parkour, sehingga saya tidak perlu menulis ulang apa yang telah diucapkan oleh sang founder, David Belle, yang besar dari didikan ayahnya, Raymond Belle, seorang veteran perang. Parkour yang diajarkan dari David Belle tentunya memiliki arti yang berbeda bila dibandingkan dengan saya dan nama-nama yang tidak secara langsung dapat berlatih bersama beliau, sehingga makna, adaptasi lingkungan dan pesan yang beliau sampaikan mungkin sedikit demi sedikit akan mengalami pergeseran seperti pemikiran yang akan saya tulis ini. Arti parkour saat ini yang saya tekankan buat diri saya sendiri adalah disiplin berpindah tempat dengan mengoptimalkan kekuatan tubuh baik secara fisik dan mental dalam melewati rintangan yang menggunakan sistem latihan berupa adaptasi lingkungan sekitar sebagai dasar untuk mengaplikasikan disiplin dalam hal membantu orang-orang sekitar berdasarkan sifat altruisme.


Apa yang kalian rasakan selama berlatih parkour?

Parkour tetap dianggap sebagai layaknya disiplin yang saya tekuni sebagaimana disiplin lainnya, namun tentunya ada beberapa hal yang membuat parkour masih membekas di diri saya sendiri. Apa yang saya tahu mengenai parkour saat menjalani awal latihan tanpa komunitas parkour resmi hanyalah ajang untuk menjadi keren. Setelah itu, saya bersama Parkour Jakarta menjalani latihan parkour layaknya yang diajarkan oleh David Belle, sehingga makna yang saya pahami mengenai parkour menjadi lebih luas dengan berbagai perkembangan fisik. Dari sekedar ajang untuk menjadi keren telah berubah menjadi parkour sebagai gaya hidup beserta filosofinya. Paham seperti itu ditanam ke diri saya sendiri sampai akhirnya saya bergabung dengan JUMPalitan (Jogjakarta Ubiquitous Multitude Parkour). Kepindahan tersebut justru membuat makna parkour menjadi lebih luas dari yang sifatnya individu menjadi kekeluargaan. Kekeluargaan itu membuat saya lebih menyukai parkour, membuatnya lebih nyaman dan betah, dan membuat orang-orang baru mau datang ke kami. Kekeluargaan itu tidak memberikan rasa tertekan, tidak menunjukkan kompetisi untuk menjadi nomor satu, tidak memberikan status tingkatan, dan tentunya masih banyak lagi yang bisa saya tulis di sini. Parkour itu telah memberikan rasa kebersamaan ke diri saya sendiri dan mungkin bagi orang-orang yang masih bertahan sampai saat ini.

Siapa role model yang kalian segani sekarang ini? Kenapa dia bisa menginspirasi kamu?

Nama yang akan saya sebut di sini tidak akan bisa dicari dengan mudah di media-media sosial manapun, karena orang ini bukanlah traceur atau freerunner dari luar negeri sana. Orang ini tidaklah terlalu spesial di mata orang-orang yang jago mumpuni muter-muter luar biasa. Dia hanyalah orang yang suka melakukan precision jump, gerakan simpel, dan terkadang bertingkah ekstrim. Orang itu ialah Sentra Jaelani, si bapak JUMPalitan seumur hidup. Padahal mas Sentra sendiri bukanlah founder ataupun generasi pertama di JUMPalitan, tetapi kehadirannya bisa membuat latihan saat itu lebih barokah dan semangat. Sifatnya yang selalu ingin rebel dari aturan apapun justru membuat mas Sentra ini memiliki progress yang sangat cepat. Selama beberapa bulan latihan, banyak hal yang saya dapatkan walaupun terlihat simpel. Cara penyampaian mas Sentra mengenai masalah latihan justru membuat latihan teknik di parkour bisa dipelajari dengan baik. Masih banyak lagi role model yang bisa saya sebutkan, tetapi mereka semua justru merupakan teman dekat yang bisa kamu temukan di komunitas parkour di seluruh Indonesia.

Filosofi parkour apa yang paling kalian ingat dan apa artinya buat kalian?

Filosofi yang masih berkesan buat saya tetap mengenai sifat altruisme dan kebersamaan. Mengapa hanya kedua tersebut? Karena sifat altruisme ini merupakan sifat untuk memberikan kesejahteraan publik yang saat ini sudah mulai pudar di masyarakat, sedangkan sifat ini ditumbuhkan dan berkembang di komunitas parkour. Kebangkitan dan kemajuan masyarakatnya terletak dari sikap dalam membantu orang-orang sekitar. Untuk membangkitkan sikap ini, dibutuhkan kebersamaan yang kuat layaknya keluarga. Kebersamaan dalam bentuk kekeluargaan ini yang justru membuat orang-orang di komunitas parkour menjadi lebih kuat dan dapat bertahan dalam mencapai tujuan.

"We start together. We finish together. No one left behind." - Unknown, tetapi ada yang mengatakan ini dari Sonia Florence Serevin Pardede


"Être fort pour être utile" ("Being strong to be useful") -  Georges Hébert

Satu hal lagi yang membuat filosofi di bawah ini dapat menjadi panutan. Progress. Poin utama dalam mempelajari parkour adalah untuk melewati rintangan dengan baik, lalu apakah progress itu menjadi begitu pentingkah untuk didapatkan? Bagi saya penting, karena akan banyak sekali rintangan yang akan membuatmu menahan diri. Sifat menahan diri itu justru membuatmu tetap diam di tempat, sehingga lama kelamaan tidak akan ada bedanya dengan mereka yang tidak berlatih sama sekali.

"There's a quote by Bruce Lee that's my motto: 'There are no limits. There are plateaus, but you must not stay there, you must go beyond them. A man must constantly exceed his level.' If you're not better than you were the day before, then what are you doing—what's the point?" - David Belle saat memberikan motonya Bruce Lee

Bagaimana tanggapanmu dengan parkour saat ini?

Bagi saya, tidak ada yang berwenang dalam menentukan parkour kecuali David Belle itu sendiri, namun beliau sendiri juga merasa bahwa parkour juga bukan merupakan milik dia. Parkour milik semua orang. Jika saat ini parkour seperti bergeser ke arah yang bukan seharusnya, yakinlah bahwa parkour tetap dipegang oleh orang-orang yang mencintai parkour sebagai salah satu cara untuk menjalani kehidupan. Jika parkour berkembang ke arah kompetisi dan komersial, yakinlah bahwa mereka bukanlah orang yang akan menyikutmu, tapi mereka adalah orang-orang yang tetap mendorongmu untuk berkembang bersama dalam latihan. Walaupun cara pandang kita berbeda, namun kita tetaplah manusia yang membutuhkan satu sama lain. Parkour ada sebagai alat untuk membantu sesama.

Sekian dan terima kasih.

Comments

Popular posts from this blog

EKSPEDISI NKRI 2014: Pengabdian Beralaskan Tanah, Beratapkan Bintang (Bagian 2)

Mengikuti Manhaj Salaf

Pengalaman Gue Selama 1 Bulan di Jogja